Breaking News

Dua Minggu, Baru Empat Orang yang Pakai QRIS untuk Bayar Parkir di Kota Kediri

 


Kota Kediri,penanasionalnews.co.id –Upaya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri mencegah kebocoran retribusi parkir agaknya menemui jalan terjal. Perlu upaya lebih keras lagi agar pengguna jasa parkir mau membayar lewat Quick Response Indonesian Standar (QRIS). Lebih dari dua minggu diberlakukan, satu juru parkir baru melayani empat orang yang membayar non-tunai tersebut.
“Sejak awal sampai sekarang (kemarin, red), kalau saya ingat-ingat cuman ada empat orang,” aku Suyanto, salah satu juru parkir di Jalan Dhoho Kota Kediri terkait pemberlakukan QRIS sejak 1 Januari lalu itu.
Suyanto berdalih sudah menawarkan pembayaran pakai QRIS kepada masyarakat. Namun, mayoritas memilih membayar secara tunai. “Nggak laku,” lanjutnya.
Hal serupa diungkapkan oleh Rochim, 53. Jukir yang berjaga di depan Grand Surya hotel itu justru belum sekali pun memindai QRIS. “Ya nggak ada yang nanya ini (barcode QRIS, red) apa,” lanjutnya tentang kartu QRIS yang dikalungkan itu.
Diakui Rochim, pemakaian QRIS di parkir pinggir jalan sedikit ribet. Sebab, pemindaian butuh waktu lama. Sehingga, jukir kehilangan momen untuk menarik parkir. “Kalau di gedung mungkin tepat. Kalau di sini kan terus bergulir. Belum selesai pembayarannya, orang yang parkir lainnya sudah pergi,” terangnya.
Kelemahan lainnya, barcode di kartu rawan luntur saat hujan. Pasalnya, di kartu bagian atasnya terbuka sehingga air pun bisa masuk. Karena alasan itu pula, jukir sering memasukkan barcode QRIS ke dalam saku. “Nanti kalau ada yang bayar pakai ini ya dikeluarkan,” imbuh Suyanto. (red.siTri)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Pena Nasional News